Momentum Tahun Baru Islam, Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Kritik Pemerintah Lalai Cukupi Kebutuhan Pokok Rakyat

Bandar Lampung – Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menilai Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriah bisa menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik.

Salah satunya dengan memperbaiki sikap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Lima poin penting protokol kesehatan itu di antaranya menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas, Selasa (10/08/2021).

Satu hal lain adalah ikut vaksinasi demi mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Wahrul mengatakan, selama ini orang menempatkan perayaan tahun baru Masehi sebagai momentum perubahan di awal tahun.

Di momentum 1 Muharam ini, Wahrul juga mengajak agar umat Islam memaknai ini dengan baik. Bahwa pergantian tahun adalah keniscayaan.

Namun, apa yang akan kita lakukan berdasar evaluasi tahun lalu, jauh lebih penting. Dan dalam konteks pandemi, Wahrul mengajak agar semua pihak meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan.

Selain itu, Wahrul juga mengkritik pemerintah yang belum maksimal dalam vaksinasi dan lalai dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyat selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

Wahrul bilang, sudah beberapa kali PPKM diberlakukan dan selalu diperpanjang. Namun, pemerintah tidak memberikan hak yang layak untuk rakyat.

Kebutuhan pokok rakyat tidak diberikan. Padahal rakyat diminta di rumah saja.

Wahrul mengatakan, setiap daerah wajib mendata berapa banyak rakyat yang benar-benar terdampak pandemi. Mereka itulah, kata Wahrul, yang nantinya mendapatkan bantuan bahan pokok yang layak dan manusiawi.

Wahrul bilang, momentum Tahun Baru Islam ini pantas dijadikan momentum restorasi dalam konteks pelayanan kepada rakyat selama masa pandemi. (Red/Adv)

 10 total views,  1 views today