Anggota DPRD Lampung Yose Rizal Sosialisasikan Ideologi Pancasila Di Kelurahan Kotabumi Ilir

Lampung Utara – Anggota DPRD Provinsi Lampung fraksi PDI Perjuangan, Drs, Yose Rizal., MH menggelar sosialisasi ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) dikelurahan kotabumi ilir, kabupaten Lampung Utara (Lampura) Sabtu, 6/08/2022.

Yose Rizal, yang juga Ketua DPC PDIP kabupaten Lampura dalam sambutannya mengungkapkan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila ini sebaiknya bukan saja menjadi kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan oleh anggota DPRD Provinsi Lampung tetapi dengan kegiatan tersebut masyarakat dapat lebih mengetahui bahwa hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia bahwa ideologi negara tidak bisa di rubah secara inkonstitusional.

“Hadir saya disini ingin memastikan bahwa keberagaman, toleransi dan semangat gotong royong masih tetap terjaga di tengah masyarakat, tidak boleh mengaku ‘paling’ benar. Pancasila sebagai ideologi negara mengkamodir apa yang menjadi hak masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” ujar bang Yose panggilan akrabnya.

Anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya melakukan kegiatan Diklat tersebut sebagai pelaksana kegiatan dari Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) serta menjadi satu satunya Lembaga wakil rakyat yang mengadopsi ideologi pancasila dan Kebangsaan menjadi kegiatan rutin anggota DPRD.

Sementara itu, I Gusti Risnani, S, Ag pemateri di acara tersebut mengungkapkan pentingnya nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi korban dari ideologi ideologi yang tidak pancasilais.

“Sekarang banyak, oknum yang menyebarkan faham radikalisme, jangan sampai kita lengah, apalagi lupa bagaimana bangsa Indonesia yang memiliki banyak ragam agama, budaya dan ras bisa bersatu dan mengikrarkan dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tambah Gusti merupakan seorang guru pendidikan kewarganegaraan.

Gusti yang juga putri dari seorang purnawirawan TNI AL itu menyebutkan saat ini banyak oknum pemuka agama tertentu yang dengan sengaja mengajarkan intolerans mengatasnamakan agama.

“Mari kita rawat ke khebinekaan yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa, dan harapannya masyarakat yang hari ini nadir dalam kegiatan sosialisasi dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi Pancasila, jangan sampai faham faham radikal tumbuh subur di bumi Indonesia tercinta ini,” pungkas Gusti. (Red/Adv)

 12 total views,  1 views today